Jumat, 08 Juli 2016

Karena Kamu

Di ujung malam dalam ruang yang berbeda.
Ku kabarkan pada langit malam bahwa aku merindukanmu.
Selama ini ku berusaha menguburnya dalam.
Meski langkah-langkah keberhasilan ini karena aku termotifasi darimu.
Lama kita tak saling menyapa bahkan kita tak lagi membahas hal-hal tentang kampung halaman.
Meski seringnya aku yang bertanya.
Tahun ini, tepat sudah setahun kita tak akrab.
Aku masih ingat, dulu kita begitu hangat berbagi kabar bahkan dalam perjalanan.
Namun saat itu pula ia menegurku
Tak ingin aku larut dalam kesalahan.
Maka kuputuskan semua akses agar tak mengganggumu.
Kini, RINDU menyapaku
Yang kubisa hanya melihatmu dalam menutup mata.
Berusaha menghadirkan dirimu dengan senyum terindah itu.
Sosok yang menunjukkanku jalan kembali Pulang.
Kudoakan dirimu dalam bait-bait indah.
Meski aku selalu berharap bisa bersua denganmu berbagi cerita seperti dulu.
Menunggu penguasa alam mempertemukan kita meskipun dalam agenda tarbiyah bersama.
Merindukanmu...
Seseorang yang selalu ada di hati meski kini berbeda posisi.

#uun_Ar

Senin, 04 Juli 2016

Jatuh Cinta itu Sakit Gigi

Kalau mgomongin cinta bakalan g ada habisnya, apalagi bagi kaula muda, pun kini sudah merambah ke anak-anak kecil, tak luput juga para aktivis dakwah yang kegiatannya berdakwah bersama dan terhimpun dalam sebuah organisasi.

Jatuh cinta ini lumrah sebenarnya, eits...lalu apa hubungannya sama gigi yang berlubang?

Oke, kita bahas.
Pernah denger lagu yang liriknya begini "dari pada sakit hati, lebih baik sakit gigi ini".
Nah, pernah denger kan semuanya.
Padahal kalau sakit gigi menimpa kita, kita pasti ngebalik liriknya "lebih baik sakit hati, daripada sakit gigi ini".
Karena guys, sakit gigi itu, beneran sakit deh, sampe ke kepala, ke jantung bahkan detak jantung kita berdetak lebih cepat bahkan sangat cepat, ditambah ngilu yang menusuk ulu hati.. wiiih SAKIT nya.. sangat sakit.

Loh, terus apa hubungannya sama Jatuh Cinta?

Hampir lupa, gini dech, sakit gigi bermula dari lubang kecil di gigi yang tak pernah kita perhatikan hingga lama kelaman lubang itu semakin membesar bahkan membuat saraf gigi sering radang dan akhirnya membuat lubang di dalam gigi itu berdenyut tak karuan.

Begitulah jatuh cinta guys, awalnya hanya simpati biasa, saling tanya kabar, saling ngingatin makan, solat, kuliah bahkan kerjaan. Sampai kita lupa hingga akhirnya separuh hati kita sudah penuh dengan tulisan namanya dan jadwal hidupnya.

Lalu, kalau sakit gigi, kita bakalan ke dokter kan? Meski sebelum itu kita akan mengakalinya dengan menggiling bawang putih lalu dimasukkan ke gigi yang berlubang padahal g ngefek, atau kumur-kumur pake air garam yang semakin bikin gigi rapuh.
Seharusnya langsung ke dokter aja, biar dapat perawatan, baru ada tindak lanjutnya, jika tidak memungkinkan untuk ditambal, maka harus dicabut, biar sakitnya hilang selama-lamanya bersaman dengan gigi tersebut.

Bagitu juga Jatuh cinta, kalau udah parah bangetz, kamu harus kudu ke dokter cinta yang paham Agama guys, bukan yang abal-abal. Konsultasi ke ahli syariat Islam biar g salah langkah, bisa juga ke mereka yang udah nikah atau ke mereka yang selalu berhasil membentengi dirinya. Kamu minta resep ke mereka. Kalau misalnya virus Cinta kamu udah stadium akhir, kudu ada tindakan, NIKAH iya nikah, biar sakitnya sembuh secara sempurna.

Tapi.. kalau dianya g mau diajakin Nikah? Nah ini dia ni masalah barunya, kamu kudu cabut gigi yang berlubag itu, eh salah, kudu cabut rasa padanya yang terlanjur tertancap di hati kamu.
Kamu kudu tarik nama dia sekuat tenaga dari hati kamu, meski sangat sakit bahkan berdarah, tapi kamu kudu kuat, biarkan ia tanggal dari hati kamu, agar nanti tumbuh yang baru.

Namun, jika kamu hanya memilih untuk menambalnya, maka nasib kamu bakalan sama dengan mereka yang sering nambal gigi, awalnya lubang itu tertutupi namun, denyutnya sampai ke ulu hati karena kontraksi yang membutuhkan antibiotik serta obat radang agar gigi kembali tenang.

Begitulah hati kamu, ketika kamu hanya memilih menutupnya saja, menambal namanya saja, suatu hari kamu akan ngilu mengingatnya, lalu akan sakit jika melihatnya bersama yang lain, bahkan kamu akan smaput eh bukan kamu akan menggigil menahan sakit saat ia menikah dengan yang lain.

Ooowww ooow ooow

So, sobat semua, menjaga hati itu kudu sama dengan menjaga gigi. Sering dibersihkan, digosok, diperiksa, memakan makanan yang sesuai, tidak berlehihan.

Hatipun begitu, kudu sering dibersihkan dengan istigfar, tilawah Alquran, berkumpul dengan orang soleh, ikut pengaiian, tambah ilmu, tambah pergaulan. Pun memuji dan terkesima yang pada porsinya saja.

Yuk, sama-sama jaga Hati dan jaga kesehatan Gigi.
Sekuat apa kita menjaga hati kalau g bisa jaga gigi bakalan sakit juga.
Sekuat apa kita jaga gigi kalau hati kita sakit, setidaknya g ngeluarin duit.

@uun_Ar

Minggu, 03 Juli 2016

Maksut Bayanat (1)

Masih ingat dulu Bayanat dri ustadz/ah waktu jadi kader unyu.
Mereka bilang kalau diri ini sangat berharga lebih mahal dari apapun.
Jadi harus dijaga dan dirawat serta diberi nutrisi agar tetap sehat dan memiliki imunitas sepanjang hari minggu bulan bahkan tahun.

Salah satu bayanat yang masih segar dan akan selalu segar diingatan ini.
"Jangan memberikan hadiah ke ikhwan dan jangan menerima hadiah dari ikhwan"
Dulu, karena diri ini sangat idealis, sempat bertanya tanya "kenapa?" "Kok gitu?"

Namun, karena walaupun agak sedikit bandel alhamdulillah tsiqoh dan taat itu selalu utama. Karena pasti ada alasan atas setiap keputusan.
Pun, pasti ada makna dari itu semunya.
Dan seiring berjalannya waktu pemahaman itu datang.

Sederhananya, jika kita ni kita.. wanita memberikan hadiah baik itu makanan or benda tentunya ada selipan ingin dipuji, minimal dengerin kata terimakasih dari dia, yang nantinya akan berujung smsan or japrian. Ujung2nya dianya nikah ama yang lain #eh bukan ujung2nya hati kena virus merah jambu.

Atau jika kita yang diberi hadiah baik itu hadiah milad, bunga wisuda atau bukunya tere liye kesukaannya kami maka bakalan ada rasa merasa diperhatikan, merasa ada yang mengkhawatirkan. Eh g asyiknya dianya jug ngasih ke wanita yang lain.. kan kasian di kita.

Sejauh ini masih berusaha mematuhi bayanat ini, meski kini sedang tidak dilingkungan yang seharoki kampus dan pondokan, meski kini hidup sangat cair bahkan tak jarang di ruangan cuman berdua aja.

Namun hati ini akan tetap dibentengi, bayanat akan tetap jadi bayanat meski bagi sebagian mereka itu tak penting, tapi bagi diri ini itu selalu penting.

Karena hanya yang terbaik yang akan dijaga dan diperhatikan serta dirawat. Bukan untuk mengekang tapi melindungi...

#uun_Ar

Selasa, 28 Juni 2016

Maya Belaka

Terimakasih pernah ada dan mencoba untuk mendekat.
Terimakasih telah datang dan mencoba meruabah perasaan.
Terimakasih telah memberitahukan yang sebenarnya.
Terimakasih telah membuatku yakin bahwa kau memang tak pernah datang.

Apa yang ada hanya singgah.
Pun apa yang kita lalui hanya klise belaka.
Harapan itu terlalu besar hingga aku lupa mengukur bayang.
Seolah impian itu berwujud, nyatanya ia absurd.

Karena merelakan tak akan sama dengan melepaskan.
Karena pergi tak jua sama dengan meninggalkan
Meski kini semuanya bertepuk sebelah tangan.
Hanya berharap pada Rabb penguasa Alam.
Agar memeluk hati yang hampir rapuh karena ketegaran.

#uun_Ar

Penghujung Ramadhan

Maafkan aku, aku hanya ingin bersama Ramadhan.
Aku tak ingin kehilangan Ramadhan sama seperti aku kehilangannya tahun lalu.
Aku ingin melepasnya dengan indah.
Aku ingin memberikan yang terbaik.
Aku ingin bersamanya menjelang ia pergi.
Maafkan aku karena aku tak ingin diganggu.
Aku tak ingin kesalahan tahun lalu membuntutiku.
Aku tahu pada dasarnya aku memang sendiri dan biarkan aku bersma Ramadhan.
Karena kini hanya Ramadhan yang bisa memahami diri ini.
Karena aku tak ingin Ramadhan pergi begitu saja.
Biarlah sendiri menepi di sudut hati memeluk Ramadhan yang tinggal beberapa hari lagi.

#uun_Ar

Rabu, 22 Juni 2016

Apa Kabar Kamu dan Ramadhan

Apa Kabar Kamu dan Ramadhan

Apa kabar hati?
Masihkan Ramadhan menjadi focus utama di hari ini.
Adakah kita siap melepaskan Ramadhan yang tinggal beberapa hari ini.
Masih santai dan tidak peduli kah kita dengan Bulan yang Mulia ini.

Apa kabar tilawah?
Masihkan malas-malasan membacanya
Adakah rasa sedih jika tak bisa mengkhatamkannya

Apa kabar Tarawih dan Tadarusan di masjid?
Masihkah tidak peduli dan selalu mementingkan diri sendiri
Adakah masih menyepi sendiri dan menghindari keramaian

Lalu apa kabar kamu?
Semoga sedang mempersiapkan diri memaksimalkan Ramadhan
Bersipa dengan 10 malam terakhir
Bersiap untuk mencapai Lailatu qadar
Bersiap untuk i'tikaf dan menghamba pada RAB Pemilik Alam

Bersiap siagalah
Karena Ramadhan akan segera pergi, dan semoga kita bisa bersua.

#uunAr

Sabtu, 28 Mei 2016

Langit-langit Cinta

Semburat indah terpancar di ujung wajahmu.
Menyapa hari di penghujung penantian.
Bersambut indah dalam jamuan kekeluargaan, aku dan kamu.

Mengemas kepingan penantian, membungkus indah dalam balutan pernikahan.
Karena meminangmu berarti melihat indahnya langit setiap waktu.

Lama penantian ini kita jalani, kesibukan ku dan kesibukan mu, meski kita di bawah atap dan langit yang sama.
Namun, sekat indah ini berhasil membentengi hati kita.
Menjaganya hingga tiba pada waktu yang tepat.

Karena aku memilihmu, dan kau menerima ku.

Hari itu, saat jawabanmu kuterima, kau tahu, Langit tersenyum padaku, pada kita.
Karena meski di bawah atap yang sama, kita selalu  saling menjaga diri.

Duhai dinda, yang ia takdir kan untukku.
Terimakasih telah menunggu dan memantaskan diri untukku.
Tulang rusuk yang kucari, dan kutemukan tak jauh dariku, dari Langit yang selalu menaungi kita setiap harinya.

Dinda, terimakasih menerima ku, menjadi pendamping dalam hidupmu.
Karena aku tahu, kau lah yang Kubutuhkan... Kau lah Langit Cintaku tiap harinya.

Bersama, kita nikmati indahnya Langit sembari saling memahami dan menjalani biduk ini.

Ganggam tanganku, agar aku bisa membawamu melihat langit yang mencemburui kita dikemudian hari.

(Untuk Mbk Tih dan imam hidupnya)
uun_AR